Artikel terkait : Panduan Dasar Ternak Kelinci Untuk Pemula

    dsc02931
    Kelinci merupakan salah satu mamalia yang sanggup digolongkan binatang ternak , lantaran mempunyai nilai ekonomis. Peluang kerja keras ternak kelinci ini cukup besar utamanya untuk budidaya , mengingat tentangan yang belum sebanyak peternak lele. Sebnarnya merawat kelinci tidak sukar , bahkan ada beberapa peternak yang saya temui mengeluhkan pertambahan populasi terlalu cepat pada kerja keras ternak kelinci yang mereka jalani. Memang benar binatang yang satu ini sungguh gampang meningkat biak , asal kita melakukan perawatan yang bagus dan benar.
    Bagi pecinta kelinci khususnya untuk pemula , kadang tidak tahu mesti mulai dari mana dahulu untuk berternak. Nah , maksud dari goresan pena ini merupakan memamerkan tutorial dasar perihal berternak kelinci. Kenapa mesti berternak kelinci , konsumsi daging kelinci kan jarang?
    Meskipun tingkat konsumsi daging kelinci tidak setinggi daging unggas , kambing atau sapi , ternak kelinci tetap prospektif kegunaannya bila ditangani dengan serius dan dengan administrasi yang baik. Karena kelinci merupakan binatang yang gampang dijinakkan , gampang menyesuaikan diri dan cepat berkembangbiak. Dan juga ukuran kandang/tempatnya tidak terlampau besar.
    Secara lazim terdapat dua macam golongan kelinci , yakni kelinci potong atau kelinci pedaging dan kelinci hias. Kelinci pedaging/potong merupakan jenis kelinci yang dibudidayakan untuk disantap dagingnya. Sedangkan kelinci hias merupakan jenis kelinci untuk binatang peliharaan atau binatang kesayangan.
    Sebenarnya tak ada batas-batas niscaya antara kelinci hias dan pedaging. Banyak ras kelinci yang mulanya diperlakukan selaku kelinci hias , kemudian dikemudian hari dimanfaatkan menjadi kelinci pedaging. Karena ras tersebut mempunyai keistimewaan pedaging menyerupai bobotnya yang besar , kemajuan bobot cepat dan perkembangbiakannya tinggi.
    Berikut ini beberapa macam kelinci unggul yang banyak dibudidayakan untuk kerja keras ternak kelinci pedaging:
    1. Flemish Giant. Seperti namanya , kelinci ini bobotnya sanggup meraih ukuran 10 kg. Rata-rata ras flemish giant remaja berbobot 5 kg. Saat ini , sukar mendapat ras flemish giant murni di Indonesia. Usaha ternak kelinci flemish giant pada biasanya menggunakan ras hasil silangan yang tidak sebesar ras murninya.

    2. New Zaeland White. Tidak menyerupai namanya , ras kelinci ini bukan berasal dari New Zaeland , melainkan dari Amerika. Didapatkan dari hasil persilangan flemish giant. Bobotnya sanggup meraih 5 ,5 kg dan bila dipelihara dengan baik umurnya sanggup meraih 10 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam sekali kelahiran 10-12 ekor. Ras ini cocok dipelihara selaku indukan untuk ternak kelinci.

    3. Satin. Ras ini berasal dari Amerika Serikat. Bobot rata-ratanya berkisar 3-5 kg. Jumlah anak per kelahiran 7-10 ekor.

    4. Rex. Ras ini relatif gres dalam khasanah perkelincian. Dikenal di Amerika Serikat sekitar 1980-an selaku kelinci hias. Namun lantaran mempunyai keistimewaan pedaging , jenis ini banyak dijadikan kelinci pedaging. Ternak kelinci rex paling sesuai ditangani di wilayah berhawa sejuk , paling maksimal berkembang pada suhu sekitar 5-15oC. Bobotnya sanggup meraih 5 kg dan rasa dagingnya lezat.

    5. Kelinci setempat atau kelinci Jawa. Ras ini banyak diternakan di Indonesia. Kelinci ini diyakini berasal dari ras Netherland Dwarf. Seperti namanya “Belanda kerdil” , ras kelinci ini berskala kecil dan pertumbuhannya lambat. Kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh bangsa belanda dan dipelihara selaku binatang asuhan di perkebunan-perkebunan kolonial. Selepas belanda hengkang penduduk Indonesia banyak membudidayakannya. Sebenarnya jenis ini kurang cocok untuk kerja keras ternak kelinci , namun penyebarannya sudah terlalu banyak di Indonesia.

    Oke , setelah mengenali jenis-jenis kelinci langsung saja ke cuilan ternak kelinci berikut:

    Pengetahuan dasar dalam memelihara kelinci

    Sebelum mengawali beternak kelinci anda tentu mesti mengenali wawasan dasar mengenai kelinci. Caranya sanggup dengan mencoba  mengamatinya selama beberapa bulan , atau untuk mempersingkat waktu sanggup dengan didampingi luar biasa dan berbelanja buku tutorial memelihara kelinci. Ini penting lantaran tanpa wawasan dasar bagaimana mungkin kita sanggup memelihara bahkan berternak kelinci. Waktu dan tenaga kita akan habis bila belum mengerti tatacara pemeliharaan kelinci. Apalagi kelinci yang dipelihara merupakan kelinci hias menyerupai kelinci anggora , kelinci lop , dll. Perlu penanganan yang extra lagi untuk kelinci hias.


    Menyiapkan Kandang Kelinci

    Langkah permulaan yang mesti disediakan untuk mengawali kerja keras ternak kelinci merupakan menyiapkan sangkar atau wilayah budidaya. Jenis sangkar majemuk sesuai dengan fungsinya. Ada sangkar wilayah pembiakan dan sangkar wilayah pembesaran. Selain fungsinya , sangkar ternak kelinci dibedakan menurut tipenya.

    a. Kandang terbuka

    Kandang terbuka atau sangkar tipe ranch ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya di beri pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area pagar tersebut ditawarkan naungan atau rumah bagi kelinci untuk berteduh dan wilayah istirahat.
    Kandang ini sudah menjadi tipikal kerja keras ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan tata cara menyerupai ini , pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi kalau hamparannya luas , kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali terlambat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan tata cara ini memerlukan lahan yang luas. Hanya patut ditangani di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

    b. Kandang tertutup

    Kandang tertutup merupakan sangkar kelinci yang dibatasi lantai , dinding dan atap. Kandang ini cocok untuk kerja keras ternak kelinci pedaging. Pengelolaan sanggup ditangani secara intensif.

    Untuk kerja keras ternak kelinci dengan sangkar tertutup , diinginkan setidaknya dua tipe kandang. Yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang tipe postal merupakan sangkar untuk menempatkan menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan selaku sangkar perkembangbiakkan , yakni untuk membesarkan belum dewasa kelinci setelah disapih dari induknya.

    Sedangkan sangkar tipe baterai merupakan sangkar yang didesain untuk satu ekor kelinci per kandang. Biasanya dipakai untuk pembesaran ternak kelinci potong. Ukuran sangkar untuk kelinci 60x40x40 , atau diubahsuaikan dengan ukuran bobot tubuh ras kelinci yang digunakan.

    Ukuran sangkar jangan terlalu besar , biar kelinci tidak banyak bergerak. Sehingga energi kelinci tidak habis dipakai bergerak melainkan lebih banyak menjadi daging. Sekaligus juga jangan terlalu kecil lantaran akan menciptakan kelinci tidak tenteram dan stres.

    Letak sangkar mesti sanggup terkena sinar matahari pagi. Namun anutan udara tetap tanpa gangguan sehingga suhunya tetap sejuk. Ingat , kelinci lebih tahan terhadap kedinginan ketimbang kepanasan. Kelinci juga tidak menggemari lingkungan yang lembab.

    Dinding dan lantai sangkar kelinci sanggup yang dibikin dari kisi-kisi bambu , kayu atau kawat. Khusus untuk lantai , celah antara kisi jangan terlalu renggang biar kaki kelinci tidak terperosok. Bila dibentuk dari kawat , hendaknya dibentuk juga cuilan lantai yang dialasi triplek atau papan untuk kelinci beristirahat. Karena lantai kawat akan menciptakan otot-otot kaki kelinci tegang. Dindinng dan lantai dari kawat paling gampang pemeliharaannya dan tidak lembab bila terkena air.

    Memilih Bibit Indukan Kelinci

    Memilih bibit atau kandidat indukan kelinci mesti sungguh-sungguh diperhatikan. Karena bibit berperan besar menegaskan tingkat kesuksesan ternak kelinci. Indukan kelinci menegaskan produktivitas dan mutu hasil budidaya.

    Berikut ini beberapa tips untuk menegaskan bibit ternak kelinci potong/pedaging:
    1.    Cari kelinci yang mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menciptakan banyak anak dalam sekali kelahiran.
    2.    Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg , jantan 3-5 kg.
    3.    Memiliki pinggul yang bundar penuh.
    4.    Punggung tidak cekung.
    5.    Mata cerah , tidak terlihat lesu dan ngantuk.
    6.    Bulu higienis , utamanya di sekeliling kelamin.

    Membedakan kelinci jantan dan betina:

    Kelinci jantan:

    Mencari tau jeniskelamin jantan pada kelinci biasanya tidak begitu sukar , untuk kelinci jantan mempunyai bentuk ciri di cuilan bawah dekat ekor dan sempurna di cuilan atas anus ada semacam tabung yang tertutup bulu , itu merupakan (organ penis kelinci jantan).

    Selain dari itu kelinci jantan yang berumur muda sekitar tiga ahad mempunyai bentuk kepala menyerupai balok. Untuk ukuran berat tubuh kelinci jantan  akan mempunyai bobot yang lebih kecil dari kelinci betina meskipun kelinci tersebut dari spesies yang sama.

    Kelinci jantan biasanya juga mempunyai keunikan di saat ia terlihat di cuaca panas , biasanya mereka akan membuktikan tonjolan testikel  utamanya di saat kelinci tersebut sedang tiduran dan duduk. Untuk kelinci penjantan juga mempunyai temperamental yang bagus dan dekat dengan semua orang di dekatnya. Di tambah lagi mereka juga mempunyai rasa ingin tau yang tinggi akan aneka macam hal.

    Kelinci betina:

    Untuk mencari tau kelinci betina , anda sanggup amati di cuilan bawah ekor sempurna di cuilan atas anusnya.  Jika anda lihat terdapat gundukan dengan celah  maka  bisa  di pastikan kelinci tersebut berkelamin betina. Pada ukuran dan bobot kelinci betina biasanya berlainan dengan kelinci pejantan.
    Kelinci betina memilki bobot dan ukuran yang lebih besar dari kelinci pejantan meskipun dari jenis spesies yang sama.  Di cuilan kepala kelinci pejantan juga  memiliki  perbedaan dengan jenis kelinci betina , biasanya bentuk kepala yang terlihat pada kelinci pejantan mempunyai bentuk lebih membulat.


    Pakan Ternak Kelinci

    Di alam bebas kelinci cuma memakan pakan hijauan. Untuk kerja keras ternak kelinci pakan yang sanggup diberikan merupakan hijauan , konsentrat dan vitamin. Hijauan yang digemari kelinci antara lain limbah sayuran , menyerupai sawi , wortel , lobak dan daun singkong. Juga sanggup diberikan jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tumbuhan kacang tanah dan pepaya.

    Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet ditangani untuk mempermudah dan menciptakan simpel dukungan pakan. Selain itu , pelet biasanya sudah mempunyai kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal , tetapi ketersediaan dan kontinuitasnya terjamin. Hal ini sungguh diinginkan untuk kerja keras ternak kelinci secara intensif.

    Pemberian pakan hiijauan sudah dimulai sejak kelinci berumur 2 ahad sedikit demi sedikit. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu. Sehingga begitu disapih , anak kelinci sudah sanggup makan sendiri.

    Total keperluan pakan untuk kelinci meraih 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda sampai 4 bulan memerlukan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan memerlukan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu dukungan pakan konsentrat dengan hijauan. Misalnya , konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00 , hijauan sanggup diberikan pada pukul 13.00-18.00.

    Obat yang cukup untuk kelinci

    Tidak dibantah lagi yang namanya makhluk hidup akan sakit , nah untuk mengantisipasinya kita mesti menyiapkan segala obat-obatannya , utamanya bagi penyakit yang sering menyerang kelinci. Tindakan untuk kelinci yang sakit juga seharusnya secepatnya di pisahkan dan diisolasi biar tidak menyebar pada kelinci yang lain , mengingat sangkar ternak berdekatan jaraknya.


    Mengawinkan Kelinci

    Salah satu parameter untuk menyaksikan produktivitas ternak kelinci merupakan dengan menyaksikan tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap remaja dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan , tergantung pada jenis rasnya.

    Secara alamiah , kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan gejala berahi selaku berikut:

    1.    Terlihat bingung , perilakunya senantiasa mencari-cari pejantan.
    2.    Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
    3.    Vulva berwarna kemerahan dan basah.

    Mengawinkan kelinci sanggup dengan dua cara , yakni secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok ditangani dengan cara memasukan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan sanggup mengawini 5-10 betina.

    Sedangkan cara berpasangan ditangani dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan , amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak , kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

    Berikut ini hal-hal lazim yang perlu dipahami dalam mengawinkan kelinci:

    1.    Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan , tergantung jenis ras.
    2.    Masa berahi kelinci berjalan selama 11-15 hari.
    3.    Dari masa berahi satu ke masa berahi berikutnya berjalan selama 2 minggu.
    4.    Masa kehamilan berjalan 28-35 hari , tergantung jenis ras.
    5.    Secara alami masa menyusui kelinci sanggup berjalan selama 8 minggu. Dalam kerja keras ternak kelinci masa menyusui langsung ditangani selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan biar belajar makan sambil tetap menyusui , jangan disapih. Anak kelinci sanggup disapih setelah 8 minggu.
    6.    Kelinci betina sanggup dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 ahad terhitung sejak melahirkan.
    7.    Dalam satu tahun , kelinci sanggup mengalami sampai 5 kali kehamilan.
    8.    Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor , tergantung jenis ras.
    9.    Masa produktivitas biasanya berjalan 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan mutu anakan menurun.

    Usia Panen Kelinci

    Tidak ada standar pada umur berapa ternak kelinci sanggup dipanen. Pasar kelinci di sekarang ini tidak semasif jenis daging lain menyerupai unggas , sapi atau kambing. Kelinci biasanya dijual anakannya selaku peliharaan. Untuk memasarkan anakan seharusnya diatas 2 bulan , setelah masa penyusuan.

    Sedangkan untuk pedaging , biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3 ,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama waktu penggemukan untuk meraih bobot tersebut berjalan sekitar 2-3 bulan. Bila dijual lebih usang lagi , biasanya sudah tidak hemat lantaran kelinci memerlukan pakan yang lebih banyak.

    Sedangkan bila kita ingin memasarkan bibit atau kandidat indukan , biasanya dipelihara sampai kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi dipertimbangkan per kg , namun dilihat keistimewaan keturunan dan kesehatannya.

    Telaten dan sabar.
    Dalam memelihara kelinci arus sabar dan telaten , lantaran kelinci merupakan makhluk hidup maka perlu juga perhatian dan rawatan. Percaya tidak percaya sikap majikan terhadap peliharaannya mempengaruhi peliharaan baik kesehatan ataupun emosinya.

    Demikianlah ulasan perihal tutorial dasar ternak kelinci untuk pemula , mudah-mudahan memberi manfaat. Salam.