Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, Risfayanti Ajak Warga Gotong Royong Lawan Covid

  • Whatsapp
Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan, Risfayanti Ajak Warga Gotong Royong Lawan Covid

Risfayanti Ajak Warga Gotong Royong Lawan Covid

Kegiatan ini dilaksanakan dua hari berturut-turut. Hari pertama sosialisasi bersama warga Panakkukang di Hotel Grand Imawan, Sabtu (29/1/2022) dan hari kedua sosialisasi bersama warga Tamalanrea di Hotel Grand Puri di Perintis Kemerdekaan Minggu (30/1/2022) MAKASSAR, JAWAPOSSMAKASSAR.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan Risfayanti Muin., S.S menggelar Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan dengan mengangkat tema tentang kesehatan.

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Prov. Sulsel Husni Tamrin, di hari pertama.  Juga hadir dosen Universitas Mega Rezky Dr. H.A.M. Yagkin Padjalangi, APT., M.Kes di hari kedua.

Dalam sambutannya di Hotel Grand Immawan, Risfayanti menjelaskan tentang empat pilar kebangsaan yaitu pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Risfayanti mengatakan, jika empat pilar tersebut disatukan, maka melahirkan gotong royong sebagai urat nadi bangsa. “Kalau ada pesta kita di situ ada yang bantu baik dalam bentuk finansial, tenaga dan, bahan baku ini wujud gotong royong,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Risfayanti juga dapat  diterapkan pada penanganan Covid-19. Saat ini pemerintah sibuk meminimalkan dampak Covid-19. Virus tersebut dapat cepat diatasi jika dilakukan secara gotong royong antara masyarakat dan pemerintah.

“Bisa diredam Covid ini kalau kita punya semangat gotong royong. Kalau pemerintahnya bekerja tapi rakyat cuek tidak bisa kita redam Covid. Begitu pun sebaliknya rakyat disiplin tapi pemerintah tidak kerja, akan susah juga,” ujarnya.

Risfayanti menegaskan jika kesehatan adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah kepada rakyatnya. Olehnya itu, selain pendidikan, kesehatan menjadi prioritas pembangunan dengan pos anggaran terbesar.

Covid adalah masalah kesehatan yang saat ini belum dapat diatasi sepenuhnya. Namun Risfayanti yakin Covid dapat diatasi dengan semangat gotong royong.

“Ingatan kolektif kebangsaan adalah gotong royong sebagai wujud bineka tunggal ika. Kalau kita bantu orang tidak kita lihat dia suku dan agama apa tapi nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Husni Tamrin menjelaskan bagaimana pola penyebaran virus Corona dan cara mengatasinya. Ia menjelaskan jika di Sulsel kasus Covid mulai melandai saat memasuki Desember 2021. Hal tersebut dapat terjadi karena proses vaksinasi lancar.

Olehnya itu Husni mengajak pada para peserta sosialisasi untuk melakukan vaksin sebagai harapan untuk meminimalkan dampak Covid. “Apalagi sekarang ada varian baru namanya Umicron. Sekarang berpikir ki untuk masiri ki kalau tidak vaksin. Karena bisa tulari orang,” ujarnya.

Husni menjelaskan jika vaksinasi tidak akurat 100 persen dalam mengatasi Covid-19 karena orang yang sudah vaksin masih memungkinkan terkena virus. Olehnya itu selain vaksinasi, masyarakat perlu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi harus kita lakukan vaksin dan tetap melakukan protokoler kesehatan. Akurasi tidak sampai 100 persen. Maka ada beberapa kemungkinan kena. Maka harus dibantu protokoler kesehatan,” ujarnya.

Sementara Yagkin Padjalangi mengajak warga untuk membiasakan pola hidup sehat dalam menangkal pengaruh Covid-19. “Virus ini juga bermutasi dan berkembang maka menjaga protokol kesehatan. Jangan terlalu takut dengan Covid tapi jangan juga terlalu lengah,” ujarnya.  (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *