Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berikut Tujuan Kupas Tuntas PHK dan Permasalahannya

Tujuan PHK salah harapannya adalah agar bisa menyelamatkan sebuah perusahaan dari kebangkrutan atau failid. Meski begitu, tak semua tentunya orang akan menerima akan hal tersebut karena menyangkut mengenai sumber kehidupan mereka.

Sebaiknya cari tahu juga mengenai prosedur pemutusan hubungan kerja, makalah pemutusan hubungan kerja, dampak phk, pengertian phk menurut para ahli, contoh phk, penyebab phk di masa pandemi, mengapa pemberhentian karyawan harus berdasarkan landasan hukum jelaskan, contoh pemberhentian karyawan perusahaan swasta secara tidak hormat

Mengenal Apa itu PHK : Penjelasan, Faktor, Tujuan dan Dampaknya untuk Bisnis

Berikut Tujuan Kupas Tuntas PHK dan Permasalahannya
Berikut Tujuan Kupas Tuntas PHK dan Permasalahannya

Dengar kata PHK membuat Anda berasa takut kehilangan tugas. PHK merupakan kependekan dari Pemutusan Hubungan Kerja yang sudah dilakukan oleh sebuah perusahaan ke pegawainya. Aktivitas pemutusan kerja tidak dilaksanakan secara sepihak oleh perusahaan tetapi, dilaksanakan dengan kesepakatan dengan faksi yang turut berkaitan.

Dalam keadaan yang tidak mungkin seperti ada wabah COVID 19 ini karena itu, sebuah perusahaan bisa lakukan Pemutusan Hubungan Kerja jika aktivitas produksi barang stop keseluruhan. Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi bila perusahaan mengalami pailit.

Pemutusan Hubungan Kerja tidak dilaksanakan dengan gampang, karena lebih dulu perusahaan menimbang beragam argumen dalam lakukan pemutusan kerja. Pemikiran itu harus sesuai Undang-undang No.13 tahun 2003 yang atur ketenagakerjaan.

Mengenal Apa itu PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)

PHK merupakan aktivitas menghentikan hubungan kerja tetap yang sudah dilakukan oleh perusahaan dan karyawan. PHK terdiri jadi beberapa type salah satunya yakni pemutusan karena relawan karyawan dan pemutusan kerja yang diprakarsai oleh barisan organisasi. Pemutusan hubungan kerja terjadi bukan kehendak dari perusahaan, karena perusahaan rugi bila melakukan.

Rugi yang dirasakan perusahaan saat lakukan PHK ialah kekurangan tenaga kerja. Karena kekurangan tenaga kerja, perusahaan tidak bisa lakukan proses produksi secara cepat. Sudah pasti hal itu bisa memengaruhi pasukan poduk ke customer, sampai pada akhirnya keuntungan yang didapat menyusut mencolok. Walau alami rugi, ada banyak faktor mengapa perusahaan wajib melakukan PHK.

Tujuan Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan Hubungan Kerja mempunyai tujuan yang erat berkaitan dengan argumen berlangsungnya PHK. Tapi tujuan PHK mengutamakan ke perusahaan sebagai aktor usaha, hingga didapat tujuan yakni perusahaan memberi tanggung-jawab pada jalannya aktivitas produksi supaya masih tetap jalan, pengurangan tenaga kerja dilaksanakan karena faktor tertentu yang mengakibatkan kesusahan untuk perusahaan.

Kesusahan yang dirasakan dapat dari pemasaran, credit perusahaan, tidak ada pemesanan produk, tidak mempunyai bahan baku untuk produksi, berkurangnya permintaan customer, kekurangan bahan bakar untuk produksi dan bertambahnya kompetitor perusahaan yang mengakibatkan pailit.

Tujuan Pemutusan Hubungan Kerja yang lain yakni capai target sesuai keinginan selama tidak memunculkan permasalahan. Dalam memutuskan tujuan PHK harus memerhatikan fktor sosial, keperluan dan bertentangan. Dengan demikian tidak bisa terjadi permasalahan untuk perusahaan dan karyawan. PHK harus dilaksanakan sesuai persetujuan bersama sesuai undang-undang yang mengendalikannya.

Faktor Pemutusan Hubungan Kerja

Ada faktor yang memengaruhi PHK. Kemungkinan faktor ini kenal untuk Anda tetapi, berikut diterangkan kembali mengenai Pemutusan Hubungan Kerja agar Anda ketahuinya secara jelas.

  • Memundurkan Diri Atas Tekad Karyawan Sendiri

Faktor pertama ialah memundurkan diri karena tekad sendiri. Untuk karyawan yang punya niat memundurkan diri karena itu, tidak memperoleh pesangon berbentuk uang. Karyawan jangan menuntut uang pesangon, karena telah ketetapan dari UU pasal 156 ayat 2. Isi dari pasal 156 ayat 2 yakni faksi yang berkaitan tidak memiliki hak menghasilkan uang pesangon kerja disamakan dengan pasal 156 ayat 3.

Namun karyawan menghasilkan uang penghargaan kerja 1 kali yang tercantum dalam pasal 156 ayat 4. Pasal berisi jika karyawan pilih memundurkan diri tiba-tiba tanpa ikuti proses, karyawan cuman menghasilkan uang pergantian hak. Bila karyawan memundurkan diri sama sesuai proses, karyawan dapat menghasilkan uang pesangon yang banyaknya semakin besar dibanding uang pergantian hak.

  • Memundurkan Diri Atas Tekad Sendiri Secara Tercatat Karena Usainya Kontrak Kerja

Karyawan kontrak memundurkan diri dengan memberikan surat tercatat bila periode kerjanya usai karyawan masih tetap memperoleh pesangon yang telah tercantum dalam pasal 154 ayat2. Selainnya uang pesangon, karyawan memiliki hak menghasilkan uang penghargaan kerja yang ditata oleh pasal 156 ayat 3 sekalian uang pisah sama sesuai pasal 156 ayat 4.

  • Memundurkan Diri Karena Usia Telah Capai Umur Pensiun

Pemutusan ini dapat dikuasai oleh faktor umur karyawan. Makin tua usia karyawan, makin sedikit performanya hingga harus dilaksanakan pensiun. Jika karyawan memundurkan diri karena capai umur pensiun, karyawan memiliki hak mendapat pesangon yang sesuai pasal 154 ayat 2, uang penghargaan sesuai pasal 156 ayat 3, dan uang pisah sesuai pasal 156 ayat 4.

Untuk menegaskan memundurkan diri karena pensiun, Kita ambil satu contoh. Misalnya karyawan harus pensiun jika umurnya capai 57 tahun. Saat karyawan itu telah berumur 57 tahun karena itu, harus pensiun meskipun periode kerhanya kurang dari 25 tahun. Kebalikannya bila karyawan belum berusia 57 tahun dan periode kerjanya melewati 25 tahun, karyawan masih tetap bekerja sampai capai usia pensiun.

  • Karyawan Lakukan Kekeliruan di Perusahaan

Faktor pemutusan selanjutnya yakni dikuasai oleh karyawan yang lakukan kekeliruan berat pada tempat kerjanya. Ada beberapa kekeliruan berat yang sudah dilakukan karyawan seperti mengambil barang, penggelapan, memberikan ancaman sesam karyawan, lakukan tindakan judi di lingkungan kerja, konsumsi minuman keras, mengungkapkan rahasia perusahaan ke kompetitor, dan memberi info palsu yang dapat bikin rugi perusahaan.

  • Perusahaan Alami Pailit

Perusahaan pailit harus terpaksa ditutup, karena alami rugi besar sepanjang 2 tahun beruntun hingga tidak bisa memberikan upah karyawan. Jika pailit, perusahaan bisa putuskan hubungan kerja dengan karyawan. Pengajuan pemutusan kerja didasari dengan persyaratan perusahaan bisa memberi bukti jika terjadi rugi sepanjang dua tahun. Sesudah pembuktian, perusahaan dapat mengawali PHK dan harus memberi uang pesangon 1x dan uang pergantian hak karyawan.

Itu beberapa beberapa faktor yang memengaruhi ada Pemutusan Hubungan Kerja. Sebenarnya masih tetap ada faktor simpatisan untuk lakukan PHK seperti karyawan jarang-jarang masuk kerja, karyawan wafat, karyawan ditahan oleh faksi kepolisian karena lakukan kekeliruan, dan karyawan lakukan pelanggaran.

Dampak Pemutusan Hubungan Kerja Pada Bisnis

Dampak PHK tidak bikin rugi satu faksi saja, telah disebutkan awalnya jika PHK bisa bikin rugi dua sebelah pihak yaitu perusahaan (bisnis) dan karyawan. Pertama kita akan mengulas berkenaan rugi yang dirasakan oleh perusahaan lebih dulu.

Sejumlah kerugian yang dirasakan perusahaan karena Pemutusan Hubungan Kerja yakni keproduktifan perusahaan alami pengurangan, perusahaan kehilangan tenaga kerja yang prospektif, pengendalian perusahaan jadi kurang optimal, perusahaan keluarkan banyak ongkos, waktu dan tenaga untuk melakukan proses recruitment karyawan baru.

Rugi yang dirasakan perusahaan banyak sekali, begitu juga rugi yang dirasakan oleh karyawan. Kerugiannya yakni tidak mempunyai pendapatan untuk menjaga keluarga, tidak bekerja dalam periode waktu yang lama, hubungan dengan rekan kerja terputus, rasa optimis menyusut karena tidak bekerja kelamaan, dan harus usaha mencari kerja baru.

Itu dampak yang terjadi bila ada Pemutusan Hubungan Kerja. Walau ada dampak bikin rugi tetapi, aktivitas PHK pasti dilaksanakan sesuai keperluan perusahaan atau karyawan. Begitu penjelasan komplet mengenai Pemutusan Hubungan Kerja dan faktor, tujuan dan dampaknya pada bisnis. Pengetahuan mengenai PHK ini demikian penting, sebab bisa menambahkan wacana Kita.

Posting Komentar untuk "Berikut Tujuan Kupas Tuntas PHK dan Permasalahannya"