Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEPERNAS Dalam Bingkai Pers Nasional

SEPERNAS Dalam Bingkai Pers Nasional
SEPERNAS Dalam Bingkai Pers Nasional

Banyak kalangan belum memahami bahwa, wadah pers nasional saat ini sudah berjumlah 29 organisasi. Hal ini terakses seiring terbukanya kebebasan dan kemerdekaan pers yang berubah wajah setelah Meneteri Penerangan RI, H. Yunus Yospiah di era pemerintahan Presiden Habibie menyetujui lahirnya perusahaan pers dan organisasi pers.

Cari tahu juga

apa itu hari pers nasional, sejarah pers nasional, pers nasional 1907 bernama, pers nasional bernama, hari pers nasional 2021, persatuan pers nasional, Pers adalah, hari pers nasional 2020

Bak cendawan di musim hujan, berbagai kalangan insan pers, baik di pusat maupun di daerah mendirikan perusahaan-perusahaan media memanfaatkan kran kebebasan yang dibuka Presiden Habibie tanpa harus memiliki SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers), cukup badan hukum akta pendirian dari notaris di bawah pengelola yayasan, masyarakat sudah bisa  memiliki perusahaan penerbitan pers alias media seperti; koran harian, mingguan, tabloid, dan majalah.

Ditengah hinggar binggarnya pertumbuhan pers nasional dan wadah-wadahnya (Organisasi, red)), diawal pemerintahan Orde Reformasi tahun 1998, Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS) didirikan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh sejumlah wartawan dari berbagai media. 

Dalam perjalanannya untuk memperoleh legalitas dan pengakuan pemerintah, pengurus mendaftarkan keberadaannya di Kementerian Dalam Negeri RI lewat Direktur Jenderal Sosial Politik Direktur Pembinaan Masyarakat (Sekarang Kesbang, red.), lalu terbit SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Nomor: 224 Tahun 1999/ DIV, menyusul kemudian terbit Akta Pendirian Notaris Nomor: 06 tahun 2006 dibuat A. Somba Tonapa, SH.

Berdasarkan legalitas yang ada, pemerintah lewat Dewan Pers nasional mendundang semua unsur pimpinan lembaga pers seluruh Indonesia, termasuk Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP)- SEPERNAS Drs. G. Rusly (almarhum) membahas pergantian undang-undang pokok pers yang sekarang dikenal Undang-Undang RI Nomor: 40 tahun 1999 tentang pers di Jakarta. Berselang beberapa bulan kemudian, menyusul lagi undangan dewan pers untuk membahas Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) di Semarang, Jawa Tengah. Kemudian tahun 2006, KEWI beserta pasal-pasalnya direvisi dan diubah namanya menjadi KEJ (Kode Etik Jurnalistik) yang dikuti Ketua Umum DPP-SEPERNAS, Drs La Ode Hazirun dimasa  ketua umum Drs G. Rusly yang bersangkutan menjabat sekretaris jenderal (sekjen hingga tahun 2005).

Dengan demikian, eksistensi  SEPERNAS dalam bingkai percaturan dan perkembangan dunia pers nasional, mempunyai kontribusi fenomenal dan tercatat dalam sejarah tentang perumusan UU 40/1999, KEWI, dan KEJ yang hingga sekarang masih menjadi pedoman bagi semua wartawan seluruh Indonesia yang menjadi instrumen hukum dan peraturan insan jurnalis.

Tak dapat dimunafikkan bahwa lembaga SEPERNAS yang berkedudukan di Kota Makassar, Sulsel merupakan salah satu organisasi pers yang diakui pemerintah, dalam hal ini Dewan Pers yang sifatnya sama kedudukan, fungsi dan, wewenang dengan organisasi kewartawanan lainnya di Indonesia. 

Hal itu dapat terakomodir berkat semua persyaratan yang ditetapkan Dewan Pers terlampaui. (Untuk mengetahui keberadaan DPP–SEPERNAS, lihat buku terbitan dewan pers mengenai UU 40/1999 tentang pers).

Untuk diketahui, struktur hirarki kepengurusan SEPERNAS, untuk tingkat pusat disebut Dewan Pimpinan Pusat (DPP), di tingkat provinsi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan tingkat kabupaten/kota disebut Dewan Pimpinan Cabang. 

Saat ini organisasi yang menjunjung tinggi perjuangan reformasi itu, telah memiliki 10 kantor kepengurusan wilayah dan beberapa pengurus cabang di seluruh Indonesia masing-masing; DPW Sulsel, selaku tuan rumah, Sultra, Sulteng, Sulbar, Sulut, Kaltim, Kalteng, DKI Jaya, Jabar, dan Jatim dan semua pengurus wilayah dilengkapi dengan pengurus-pengurus cabang di daerah kabupaten/kota.

Mengingat tren pertumbuhan dan perkembangan media dan wartawan setiap daerah di Indonesia dari waktu ke waktu meningkat, DPP-SEPERNAS terus berupaya menjajaki peluang untuk mengembangkan  ke seluruh provinsi sebagai bentuk penegasan dalam keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakarnas) beberapa waktu, dan saat ini Departemen Perencanaan dan Pengembangan yang membidangi hal ini sudah berkosentrasi turun lapangan. (ode*)

Posting Komentar untuk "SEPERNAS Dalam Bingkai Pers Nasional"