Makassar, 19 January 2018

TIM Satgas Terpadu Temukan Bahan Pokok Yang Diduga Tidak Layak Konsumsi

7 - Dec - 2017 | 15:59 | by: JawapossMakassar.com admin
TIM Satgas Terpadu Temukan Bahan Pokok Yang Diduga Tidak Layak Konsumsi

MAKASSAR, JPM-–Dalam mengontrol harga kebutuhan pokok jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, Polda Sulsel bersama sejumlah Dinas terkait yang tergabung di Tim Satgas Ketahanan Pangan Sulsel kembali melakukan sidak, tepatnya di Pasar Terong Makassar, Rabu (6/12/2017).
Pada sidak tersebut tim satgas pangan menemukan sejumlah temuan antar lain, kenaikan harga telur dari 32/33 Ribu per rak  melonjak ke harga 40/45 Ribu per rak, temuan sekitar 30 kilo cabai tidak layak komsumsi dan berdrum drum minyak goreng curah yang tidak dapat menunjukkan ijin kelayakan terra pada timbangan yang digunakan di salah satu toko minyak Pasar Terong.
“Temuan kita memang ada sejumlah bahan pokok tertentu terjadi kenaikan, seperti telur mungkin disebabkan karena faktor alam karena ini musim hujan, kebetulan bertepatan kebutuhan Maulid. Kita sebenarnya tidak kekurangan telur Tetapi, berpengaruh karena ada permintaan dari Surabaya dan Kalimantan yang lebih tinggi harganya dibanding harga yang sudah dipatok di sini sehingga harga telur disini mengikuti.” Ungkap Kasubdit 1, Industri perdagangan Ditreskrimsus Polda, Amiruddin
Sedangkan temuan minyak goreng curah masih sementara ditelusuri karena pemiliknya tidak dapat menunjukkan hasil uji terra dari Direktorat Metrologi, Imbuhnya.
Sementara, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Makassar, Ikhsan NS, yang anggota tim Satgas mengatakan sebelumnya juga telah menyidak beberapa Pasar dan Swalayan di kota Makassar dan temuannya hampir sama, di sini kita menemukan pedagang cabe merah sekitar 30 Kilo tidak layak komsumsi yang diimport dari india dari salah satu distributor dari surabaya,
Selain itu ada ditemukan penjual minyak goreng curah yang timbangannya belum ditera, menurut pemiliknya sudah diterra oleh petugas, namun tidak dapat menunjukkan surat hasil uji terra dari dinas terkait, ucapnya

 

Pemilik Toko Terong, Istrinya Willian, saat dikomfirmasi mengungkapkan, Minyak yang kami beli ini sudah ditera, adapun setelah di tera minyaknya pemilik toko membayar 50ribu, dan belum pernah diberikan alat bukti pembayaran atau apapun itu namanya dari pihak statistik, ucapnya ke Jawapossmakassar.com

 

Ditempat terpisah dikomfirmasi, Roby, pemilik Toko Mekar Jaya, mengungkapkan, untuk masalah bahan termasuk bawang putih didapatkan dari surabaya, dan untuk lomboknya langsung dari surabaya di pabaeng, ucapnya yang singkat.
(Rahmayadi)


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Terkini,Berita Utama,Ekobis,FOTO,Sul-Sel | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Ekobis

Kategori FOTO

Kategori Sul-Sel