Makassar, 24 February 2018

Tim Hukum DIAmi Laporkan Penyebar Ujaran Kebencian Ke Polda Sulsel

25 - Jan - 2018 | 11:40 | by: JP_mks Redaksi
Tim Hukum DIAmi Laporkan Penyebar Ujaran Kebencian Ke Polda Sulsel

 

MAKASSAR, JPM –Tim Hukum bakal calon Walikota- Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari Pramastuti ( DIAmi) melaporkan beberapa akun medsos yang menyebar ujaran kebencian ke pihak Kepolisian Daerah ( Polda) Sulawesi Selatan, Rabu, (24/1/2017).

Menurut salah satu Tim Hukum DIAmi, Abdul Azis, pihaknya meminta kepada Tim Ciber Polda Sulsel, Bawaslu dan KPU agar bekerja dengan baik, supaya pelaksanaan pesta demokrasi di kota ini dapat berjalan lancar dan bermartabat.”Untuk itu kami dari tim hukum DIami meminta kepada bawaslu, kpu dan kepolisian khususnya tim Ciber Polda Sulsel menertibkan segala sesuatu yang berbau ujaran kebencian, sara dan fitnah melalui media sosial, apalagi hal itu ditujukan kepada calon DIAmi,” kata Abdul Azis di Amirullah, Rabu, (24/1).

Azis menjelaskan bersama tim hukum DIAmi lainnya mendatangi Tim Ciber Polda Sulsel karena memang didasari kecendrungan melihat fenomena di medsos, bahwa beberapa pihak melakukan ujaran kebencian, fitnah dan menyebar kebohongan.”Jadi ini adalah langkah antisipasi saat tahapan pilkada Makassar dimulai, karena hal ini konteknya Pilkada, Bahkan sebelumnya saat kami berkoordinasi dengan bawaslu dan kpu semua lembaga ini mendukung langkah antisipasi tersebut. “lanjutnya.

Ia mengaku ada beberapa akun penyebar kebencian yang turut serta diperlihatkan kepada pihak Ciber Polda, yakni Akun atas nama Chia, Ocang Bekicot, Suci Lalloji, Aqila dan akun lainnya.” Kami harap ini akan menjadi perhatian penting untuk penyelenggara dan kepolisian, karenanya kami wanti-wanti sebelum masuk tahapan Pilkada. “ucapnya lagi.

Senada Zulkifli Hazanuddin, mengatakan secara teknis memang ada aturan tentang bagaimana menertibkan ujaran kebencian, fitnah dan sebagainya. Meski laporan ini masih dalam tahap upaya prefentif dan sifatnya pemberitahuan.

Kendati bilamana nanti sudah masuk tahapan dan masih ada yang melakukan ujaran kebencian dan finah kepada kandidat kepala DIAm, maka tentu akan ditempuh jalur pidana.”Semangat kami memang adalah bagaimana Pilkada berjalan damai dan bermartabat, Karenanya jika kedepan masih ada yang berbuat firnah dan ujaran kebencian pada calon “DIami” kami tak akan main main dan bisa kita pidanakan jika semua memenuhi unsur. “ucap Zulkifli yang juga Tim Hukum DIAmi.

Dijelaskan lagi, sesuai perbawaslu no 12 tahun 2017 Bawaslu dan Panwaslu diberikan kewenangan untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak serta melakukam penindakan melalui sentra Gakumundu. Terutama pada penyelnegggara etik pilkada, adaministrasi pilkada dan bidang pemilu.

Selain itu, untuk Tim Ciber Polda diberikan mandat oleh UU no 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik serta surat edaran no SE/6/X/2015 tentang penanganan ujaran kebencian untuk menertibkan segala bentuk kampanye hitam dan penyebaran sara fitnan dan ujaran kebencian, baik secara persuasif maupun penegakan hukum.

Rahmayadi


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Makasssar' Ta,Berita Terkini,Berita Utama,BERITA'TA,FOTO | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Kategori Berita Makasssar' Ta

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori BERITA'TA

Kategori FOTO