Makassar, 27 May 2018

Pemasungan Penderita Gangguan Jiwa Masih Terjadi Di Kec. Cenrana Maros

3 - Feb - 2018 | 10:50 | by: JawapossMakassar.com admin
Pemasungan Penderita Gangguan Jiwa Masih Terjadi Di Kec. Cenrana Maros

Maros, JPM–Miris sekali nasib yang menimpa Jahida (44 tahun) anak pasangan Udding dan Tuo, warga Desa Wanuawaru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, diduga lantaran tidak kesampaian niat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama mengakibatkan dirinya terserang penyakit gangguan jiwa.

Sementara berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, rakyat Indonesia mendapatkan hak yang sama akan pendidikan dan kesejahteraan. Dan pemerintah daerah sudah selayaknya mengimplementasikan amanah UUD 1945 kepada warganya.

Goncangan batin yang menimpa Jahida tersebut mengakibatkan jiwa Jahida tidak stabil sehingga kedua orangtuanya terpaksa memasung anak ketiganya tersebut selama dua puluh tahun, agar tidak mengganggu masyarakat disekitar.

Pemasungan yang terjadi puluhan tahun tersebut, tidak diketahui satupun aparat setempat, mulai dari dusun, desa maupun kecamatan. Informasi pemasungan bisa terungkap dan diketahui, setelah salah seorang anggota Babinsa Desa Wanuawaru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros melaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Maros.

“Usai kami mendapatkan laporan dari Babinsa Desa Wanuawaru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, pada hari Selasa (30/01/2018) saya instruksikan Tim Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosila (PMKS) Dinsos Maros sambangi rumah korban”, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, H.Syamsir, Jumat (02/02/2018).

Kata H.Syamsir, Tim PMKS langsung melakukan langkah rehabilitasi terhadap korban serta membawa ke Puskesmas Cenrana guna mengecek kesehatan kondisi korban yang mengalami tekanan jiwa yang sangat berat.

“Tim PMKS langsung melakukan koordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas Cenrana guna mengecek kondisi korban”, paparnya.

Kadinsos Maros menegaskan tidak adanya laporan yang diterima jajarannya dari aparat setempat, menjadi faktor utama permasalahan pemasungan tersebut, sehingga tidak tertangani secara cepat.

“Dinsos Maros, tidak akan tinggal diam, dan segera menangani permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, apabila ada informasi yang diterima dari pemerintahan setempat. Dan kami bersyukur ada anggota Babinsa yang berkenan melaporkan permasalahan ini, sehingga penanganan penyembuhan psikologis Jahida bisa dilakukan” tegasnya.

Saat dikonfirmasi keterlambatan informasi yang diketahui oleh aparat setempat terkait adanya warga Maros yang menjadi korban sosial dan terpasung puluhan tahun, Ketua DPRD Maros, H.AS Chaidir Syam, sangat prihatin, kecewa dan sedih atas kinerja jajaran di tingkat dusun hingga kecamatan tersebut.

“Saya sebagai wakil rakyat bersama Bupati Maros, HM Hatta Rahman sangat kecewa atas kinerja aparat di tingkat kecamatan hingga dusun. Seharusnya mereka sejak dini bergerak dan mencari tahu, apakah ada gejala sosial menimpa warganya, seperti menimpa Jahida ini. Dan langkah selanjutnya segera melapor ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yakni Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pendidikan”, ungkapnya sedih.

Kata Sekretaris DPD PAN Maros, permasalahan Jahida telah kami papar saat digelarnya Musrembang Tingkat Kecamatan yang dibuka langsung oleh Bupati Maros di Kecamatan Mallawa.

“Seharusnya laporan permasalahan gejala sosial ini sudah jauh-jauh hari disampaikan ke dinas terkait, seperti contoh ada warga Mallawa penyandang Disabilitas, dan aparat setempat melapor ke dinas terkait, sehingga Pemkab Maros memberikan bantuan kursi roda”, tuturnya.

Masa mendatang kata AS Chaidir Syam, permasalahan yang menimpa Jahida tidak terjadi lagi menimpa warga lainnya di pelosok Maros.

“Kami tidak menginginkan adanya permasalahan gejala sosial, tidak diketahui aparat setempat. Karena negara telah menjamin seluruh rakyat indonesia mendapat bantuan jaminan sosial”, pungkasnya.

Jahida saat ini, tengah mendapatkan perawatan tim medis di Puskesmas Mallawa, dan pada hari Senin (05/02/2018) mendatang akan dirujuk ke Maros guna perawatan lanjutan.

(cris)

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Utama,Maros | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Kategori Berita Utama

Kategori Maros